Pengobatan dan Layanan Antar-Jemput
Warga semakin tergerak ketika Yusuf berbicara tentang kesehatan. Semua orang tahu, sakit bukan hanya masalah fisik, tapi juga masalah biaya. Maka, ia menjanjikan pengobatan gratis. “Tak perlu lagi kalian bingung soal biaya. Bahkan, jika kalian sakit dan tak bisa datang ke rumah sakit, kami akan jemput,” janji Yusuf, disambut tepuk tangan warga.
Seragam Sekolah Gratis
Di tengah penonton, seorang ibu tersenyum mendengar program ini. Ia membayangkan anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tak lagi perlu khawatir soal seragam. Setiap anak dari keluarga miskin akan mendapat seragam gratis. Yusuf mengerti, pendidikan adalah fondasi. Dan ia ingin setiap anak di Sidrap bersekolah dengan bangga, tanpa terbebani oleh masalah kecil seperti seragam.
Jalan dan Jembatan untuk Semua
Tak hanya soal kesehatan dan pendidikan, Yusuf juga memaparkan visinya tentang infrastruktur. “Rp 5 miliar untuk setiap kecamatan setiap tahun. Jalan dan jembatan akan kita bangun,” ujarnya. Mimpi Yusuf adalah Sidrap yang terhubung, yang tak terisolasi. Jalan-jalan yang mulus, jembatan-jembatan yang kokoh, semua untuk mempermudah kehidupan warga.
Kesejahteraan untuk Imam dan Guru Mengaji
Dan, yang tak kalah penting, Yusuf menutup kampanyenya dengan janji bagi mereka yang membimbing rohani dan moral warga. Para imam, pegawai syara, dan guru mengaji akan mendapatkan tunjangan khusus. “Ini bentuk terima kasih kami kepada mereka,” kata Yusuf. Sosok-sosok ini adalah penjaga jiwa masyarakat, dan Yusuf berjanji mereka tak akan dibiarkan berjuang sendiri.
Malam itu, Muh Yusuf Dollah bukan hanya menonton bola bersama warga. Ia menonton masa depan bersama mereka, membicarakan impian-impian yang akan diwujudkan. Di bawah sinar bulan yang akhirnya menampakkan diri, warga Lise pulang dengan harapan baru. Mungkin, Sidrap yang mereka impikan akan segera menjadi nyata.(*)















Tinggalkan Balasan