“Mereka yang sulit harus kita ringankan,” katanya.
Listrik? Warga yang menggunakan daya 450-900 KWH akan menikmati listrik gratis.
Warga tak perlu lagi merogoh kantong untuk membayar tagihan bulanan. Sinar terang di malam hari bukan lagi barang mahal.
Tak hanya itu, ada program 1.000 Bedah Rumah. Setiap tahun, 1.000 rumah tak layak huni akan direnovasi tanpa biaya.
“Rumah itu harus nyaman. Tak boleh bocor. Tak boleh goyah,” katanya dengan nada tegas.
Tak ketinggalan, pendidikan juga jadi fokus. Seragam sekolah gratis untuk siswa TK, SD, dan SMP dari keluarga kurang mampu.
“Anak-anak Sidrap harus bisa sekolah tanpa terkendala seragam.”
Lalu infrastruktur. Yusuf Dollah sudah siap dengan anggaran Rp 5 miliar per kecamatan per tahun.
“Jalan dan jembatan harus mulus. Ini bukan soal gaya, tapi kebutuhan. Transportasi harus lancar,” katanya, mantap.
Program kesejahteraan imam, pegawai syara, dan guru mengaji juga tak luput dari perhatiannya.
Mereka akan mendapatkan tunjangan khusus. “Mereka pilar spiritual kita. Mereka harus dijaga,” katanya.
Kunjungan itu tak hanya menjadi ajang kampanye. Tapi lebih dari itu.
Muh Yusuf Dollah membawa harapan. Dialog. Mendengar. Menyapa. Dan menjanjikan Sidrap yang lebih baik.
Sidrap yang sehat. Sidrap yang kuat. Warga Allesalewo dan Cendrana tersenyum.
Masa depan Sidrap tampak lebih cerah dari sela pepohonan yang mengering.(*)















Tinggalkan Balasan