Pasangan Dony, Muh Datariansyah, dikenal dengan pendekatannya yang merakyat.
Ia menekankan bahwa program ini lahir dari kepekaan terhadap kebutuhan mendesak masyarakat Sidrap.
“Kami tidak hanya berbicara tentang infrastruktur besar, tetapi juga fokus pada kebutuhan dasar masyarakat kecil. Setiap keluarga berhak untuk hidup layak,” ungkap Datariansyah setiap turun bersosialisasi.
Pengacara sukses ini juga menjelaskan, bahwa program ini akan membantu mengurangi angka kemiskinan di daerah tersebut.
“Dengan memperbaiki kondisi tempat tinggal, kami berharap kualitas hidup masyarakat Sidrap dapat meningkat secara signifikan,” tambahnya.
Program bedah rumah ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal, tetapi juga untuk membangun martabat dan harapan baru bagi ribuan keluarga.
“Bantuan yang kami tawarkan ini bukan sekadar renovasi fisik, tetapi juga membawa perubahan psikologis bagi masyarakat. Mereka akan merasa lebih dihargai dan memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik,” jelas Dony.
Muh Yusuf Dollah lebih lanjut menegaskan bahwa hunian yang sehat dan aman adalah bagian penting dalam meningkatkan produktivitas masyarakat.
“Anak-anak yang tinggal di lingkungan yang baik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar dan tumbuh dengan baik. Kami ingin generasi mendatang di Sidrap menjadi lebih baik,” ujarnya.
Dony memastikan bahwa program ini bukan sekadar janji, melainkan didukung oleh roadmap yang jelas dan kerjasama dengan berbagai pihak.
“Sidrap harus berubah, dan kami ada di sini untuk mewujudkan perubahan itu,” kata Dony dengan keyakinan yang tulus.
Dengan adanya program 1.000 bedah rumah yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung, tidak mengherankan jika dukungan untuk pasangan ini terus mengalir.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami peduli dan siap mendengarkan aspirasi mereka,” kata Datariansyah.
Kini, saatnya masyarakat Sidrap mengambil keputusan. Apakah mereka siap menyongsong perubahan nyata bersama Muh Yusuf Dollah dan Muh Datariansyah?(*)















Tinggalkan Balasan