Wajo Sulsel Okeindonesia.online. Lahan Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Sengkang terus dimanfaatkan untuk kegiatan yang produktif. Di lahan ini, Warga Binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga belajar beternak dan mengelola kebutuhan pertanian secara mandiri.
Kegiatan SAE dikelola oleh Pembina Kemandirian bersama peserta Magang Batch I Angkatan II dan Warga Binaan. Berbagai tanaman dibudidayakan, seperti kacang panjang, kacang hijau, cabai, bayam, kangkung, pakcoy dan labu.

Selain tanaman, Rutan Sengkang juga membudidayakan ayam kampung KUB (Kampung Unggul Balitbangtan). Untuk mendukung kegiatan tersebut, pakan ayam juga dibuat secara mandiri. Sementara itu, sekam bakar dimanfaatkan sebagai bahan pupuk untuk membantu memenuhi kebutuhan budidaya tanaman.
Dengan kegiatan ini, SAE menjadi tempat Warga Binaan belajar banyak hal. Mulai dari menanam, merawat tanaman, memelihara ayam, membuat pakan, hingga mengolah bahan yang tersedia menjadi pupuk.
Kepala Rutan Sengkang, Oki Setiawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan Rutan Sengkang.
“Kami ingin Warga Binaan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat,” ujar Oki.
- JMSI Wajo Konsolidasi Kepengurusan, Penyegaran Organisasi Disiapkan
- Hari Keenam Pelatihan, Warga Binaan Rutan Sengkang Praktik Instalasi Pipa AC
- Komitmen Diskominfotik Wajo Wujudkan KLA Tahun 2026 Melalui Literasi Digital Ramah Anak dan Edukatif
- Kakanwil Ditjenpas Sulsel Hadir di Rutan Sengkang, Berikan Penguatan dan Resmikan Laundry
Menurutnya, keterlibatan Warga Binaan bersama Pembina Kemandirian dan peserta magang juga menjadi kesempatan untuk belajar bekerja sama, disiplin, dan bertanggung jawab.
Bagi Rutan Sengkang, lahan SAE bukan sekadar tempat menanam atau beternak. Setiap tanaman yang tumbuh dan setiap kegiatan yang dilakukan menjadi bagian dari proses pembinaan.(*)








