Wajo Sulsel Okeindonesia.online- Keluhan serius datang dari warga Kelurahan Attakae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo, terkait pelayanan listrik PT PLN (Persero) yang dinilai tidak merata.

Warga menyebut, wilayah mereka kerap mengalami pemadaman, sementara di pusat Kota Sengkang jarang terjadi pemadaman.

Keluhan tersebut kini mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Daerah Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Kabupaten Wajo.

Menurut warga, pemadaman terjadi hampir setiap hari, terutama pada malam hari, tanpa pemberitahuan yang jelas dari pihak PLN. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga, mulai dari usaha kecil, aktivitas belajar anak, hingga kebutuhan rumah tangga.

“Selalu mati lampu di Attakae, sementara di kota Sengkang tidak pernah mati. Kami merasa ini tidak adil. Kami juga bayar listrik, kami punya hak yang sama,” keluh salah seorang warga Attakae kepada media ini, Senin (20/10/2026).

Menanggapi hal tersebut, Bupati LIRA Wajo, Abrar Mattalioe, menyayangkan pelayanan PLN yang dinilai belum berkeadilan. Ia menegaskan, hak atas energi listrik merupakan hak seluruh warga.

“Kami dari LSM LIRA Wajo menerima banyak keluhan warga Attakae. Mereka mengeluhkan hak mereka sebagai pelanggan. Kalau memang ada pemeliharaan atau beban puncak, harusnya adil dan ada pemberitahuan. Jangan hanya Attakae yang jadi korban pemadaman,” tegas Abrar.

Abrar mendesak PLN ULP Sengkang untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat. Ia juga meminta PLN melakukan evaluasi jaringan dan distribusi beban di wilayah tersebut.

“Jangan sampai ada kesan warga pinggiran dikorbankan. Attakae juga bagian dari Wajo, bagian dari Sengkang. PLN harus profesional dan berkeadilan dalam pelayanan,” pungkasnya.(*)