Wajo Sulsel Okeindonesia.online- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B, menyampaikan bahwa semakin berkurangnya populasi ikan di Danau Tempe perlu dilihat dari berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi ekosistem danau.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang dapat berkontribusi terhadap menurunnya populasi ikan di Danau Tempe, di antaranya:
- Pendangkalan Danau Tempe Pendangkalan akibat sedimentasi menyebabkan kondisi perairan danau semakin dangkal dan dapat meningkatkan kekeruhan air. Air yang keruh dapat memengaruhi kualitas habitat serta mengganggu kondisi yang dibutuhkan ikan untuk berkembang biak.
- Masuknya bahan kimia dari aktivitas pertanian. Penggunaan racun rumput atau herbisida, pestisida, dan pupuk kimia di wilayah pertanian berpotensi terbawa aliran permukaan menuju Danau Tempe, khususnya saat musim penghujan. Selain itu, pengikisan tanah dari kawasan hulu dapat membawa sedimen dan berbagai bahan yang berada di permukaan tanah menuju danau. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas air dan kehidupan ikan, termasuk ikan-ikan kecil dan anakan ikan.
- Penangkapan ikan menggunakan setrum. Praktik penangkapan ikan menggunakan setrum dapat menyebabkan kematian ikan dalam berbagai ukuran, termasuk ikan-ikan kecil. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini dapat mengganggu proses regenerasi populasi ikan di Danau Tempe.
- Meningkatnya populasi ikan sapu-sapu. Meningkatnya keberadaan ikan sapu-sapu di Danau Tempe juga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan ekosistem perairan. Ikan sapu-sapu berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan dapat memakan telur-telur ikan yang berada di dasar perairan. Jika populasinya terus meningkat, keberadaannya perlu dikaji dan dikelola agar tidak mengganggu keberlanjutan ikan lokal.
- Keberadaan ikan patin. Populasi ikan patin juga perlu diperhatikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem Danau Tempe. Sebagai ikan omnivora, patin dapat memanfaatkan berbagai sumber makanan dan dalam kondisi tertentu dapat memangsa organisme atau ikan berukuran kecil.

“Berkurangnya ikan di Danau Tempe tidak bisa dilihat hanya dari satu faktor. Kita harus melihat kondisi danau secara keseluruhan, mulai dari kualitas air, sedimentasi, aktivitas pertanian, cara penangkapan ikan, hingga perubahan komposisi jenis ikan yang hidup di dalam danau,” ujar Andi Fakhrul Rijal B.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga Danau Tempe, terutama dengan mengurangi aktivitas yang berpotensi mencemari perairan dan menghentikan praktik penangkapan ikan yang dapat merusak regenerasi ikan.
- Antisipasi Antrean Panjang BBM, Kapolsek Keera Imbau SPBU Tertibkan Pengisian
- Kapolres Wajo Bersama PJU Touring Pantau Kamtibmas, Jalin Silaturahmi di Pitumpanua dan Keera
- DPRD dan Pemkab Wajo Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026
- Bupati Andi Rosman Buka Rakor GTRA Wajo, Tekankan Sinergi Selesaikan Persoalan Agraria
“Kalau kita ingin ikan di Danau Tempe tetap ada dan kembali melimpah, maka ekosistem danaunya harus kita jaga bersama. Menjaga danau berarti menjaga sumber kehidupan masyarakat Wajo,”pungkas Kadis DLH A. Fakhrul Rijal B.(*)








