Wajo Sulsel Okeindonesia.online- Warga BTN Bumi Pabbulu, Kelurahan Bulupabbulu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, memprotes kinerja PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) setempat. Mereka merasa bahwa dengan adanya Nakhoda baru di PDAM, mereka berharap ada program yang lebih inovatif untuk meningkatkan pelayanan air bersih. Namun, kenyataannya, mereka masih harus menunggu giliran air dalam 1 minggu, tetapi air tak kunjung mengalir. Minggu 24/1/2026.
“Dengan Nakhoda baru, kami mengira ada perubahan yang signifikan. Tapi nyatanya, kami masih mengalami kesulitan air,” ujar salah satu warga, yang meminta anonim. “Kami berharap PDAM dapat memperhatikan kebutuhan kami dan meningkatkan pelayanan air bersih, jangan hanya pelanggan atau masyarakat yang dituntut pembayaran tepat waktu bahkan kena sanksi pemutusan aliran air .” ujarnya.
Seorang pemerhati infrastruktur yang memiliki segudang pengalaman soal teknis air bersih mengatakan, “Kalau ditinjau dari standar kebutuhan air bersih untuk suatu wilayah perkotaan, memang sudah seharusnya PDAM harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai seperti Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas minimal produksi air bersih mulai 100 liter/detik sampai dengan 200 liter/detik yang didukung mulai dari intake, Reservoar, Instalasi Penjernihan air (IPA) sampai dengan jaringan Distribusi yang memadai.”
“Bila hal ini tidak terpenuhi, kami yakin pencapaian Pelayanan optimal tidak akan terpenuhi,” tambah pemerhati infrastruktur tersebut.. “Kami ingin membayar tagihan air dengan lancar, tapi kami juga ingin air mengalir dengan lancar,” pungkas warga tersebut.
PDAM Wajo belum memberikan pernyataan resmi terkait protes warga BTN Bumi Pabbulu. Namun, diharapkan agar pihak PDAM dapat segera merespons dan menyelesaikan masalah ini untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.(*)









Tinggalkan Balasan