Sidrap — Malam baru saja tiba di Kelurahan Wala, Pangkajene. Angin berembus hangat, membawa suara obrolan yang riuh dari sebuah lapangan terbuka. Sekumpulan anak muda berkumpul, menyimak dengan khidmat.
Mereka adalah SECOND COMMUNITY—sebuah komunitas remaja yang dikenal solid di Sidrap. Malam itu, mereka punya tamu istimewa: H. Mashur, calon bupati Sidrap nomor urut 3.
Pilihan mereka sudah bulat. SECOND COMMUNITY mendukung pasangan HAMAS NA, singkatan dari H. Mashur dan H. Nasiyanto. Makmur, sang ketua komunitas, tampil ke depan, menyampaikan alasan mereka.
“Sidrap butuh pemimpin yang berani, cerdas, dan punya koneksi luas. Itu ada pada H. Mashur,” katanya lantang, disambut gemuruh tepuk tangan.
Makmur tak asal bicara. Dia menilai, sosok Mashur memiliki visi yang lebih dari sekadar ambisi politik. Mashur punya koneksi hingga ke Jakarta. Baginya, Sidrap tak butuh pemimpin yang hanya dikenal di daerah.
Harus ada yang bisa bicara hingga ke pusat, menghubungkan Sidrap dengan dunia yang lebih luas. “Pak Mashur adalah sosok yang tepat,” tegas Makmur.
Wajah H. Mashur tampak terharu. Sorot matanya berkaca, melihat generasi muda yang bersemangat mendukung.
“Terima kasih untuk kepercayaan ini,” ucapnya dengan suara bergetar. Malam itu, H. Mashur berjanji akan membawa perubahan bagi Sidrap, membawa Bumi Nene Mallomo ke era baru.
Ia menyampaikan harapannya: Sidrap yang mandiri dan sejahtera. Bukan sekadar slogan, tapi mimpi besar yang ia ingin wujudkan.















Tinggalkan Balasan