SIDRAP Sulsel Okeindonesia.com- Sebuah pemukiman yang dulunya hanya sebuah kampung kumuh yang dihuni puluhan penduduk saja itu tak pernah dilirik menjadi objek mata pencaharian.

Bayangkan, sebuah perkampungan ini masih dengan pola hidup sangat sederhana dan tradisional.

Mulai mata pencaharian sebagai petani dan perkebunan dengan hasil bumi yang dipanen itu butuh waktu berhari-hari hingga berminggu-minggu lamanya baru dipasarkan.

Sungguh, satu tanggung jawab penuh Pemerintah Daerah bersama unsur terkait dalam membangun infrastruktur melalui program peningkatan ekonomi berbasis masyarakat desa modern.

Di butuhkan kerja sama yang baik dan berkesinambungan agar pembangunan dapat terus ditingkatkan.

Hal ini yang mendasari dilaksanakannya kegiatan karya bakti mandiri Sidrap Bersinar.

Dan itulah menjadi lokus alasan mengapa program Kemanunggalan TNI dibutuhkan dalam ikut berperan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Sidrap.

Berkiblat hal itu, Pemerintah kabupaten Sidrap berkolaborasi korps TNI melibatkan Makodim 1420 Sidrap Korem 141 Toddopuli Pangdam XIV Hasanuddin meramu program TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa).

Program ke lima sejak TMMD menyasar Bumi Nene Mallomo Sidrap ini cukup dirasakan dampak positifnya kepada masyarakat.

Terutama sasaran TMMD ke-118 tahun anggaran 2023 menyentuh perekonomian Desa terpencil.

Adalah Desa Kalempang Kecamatan Pitu Riawa Sidrap ini jadi fokus program Kemanunggalan TNI-Rakyat.

Di wilayah timur kabupaten Sidrap, ada 2 wilayah berbatasan Kabupaten yakni Enrekang dan Wajo.

Diketahui sebelum tersentuh program kemanunggalan TNI, masyarakat Desa ini merasakan kesulitan memasarkan hasil bumi seperti buah-buahan, karena akses desa ini berada di perbukitan ditambah kondisi jalan masih penuh semak belukar dan pepohonan.

Untuk menuju Desa Kalempang yang berpenduduk 528 jiwa dengan Luas wilayah mencapai 23 kilometer persegi itu harus melintasi jalur dua daerah yakni untuk wilayah timur itu melalui Kecamatan Dua Pitue dan wilayah Utara melintasi Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang.

Butuh waktu berjam-jam dengan hanya kendaraan roda dua saja. Jika berjalan kaki, bisa menempuh waktu seharian dengan memotong kompas jalan setapak.

Saat berbincang dengan wartawan Harian Cakrawala serta media Online Okeindonesia.com , belum lama ini, Kepala Desa Kalempang Suardi Rosi yang juga tokoh masyarakat setempat menceritakan mata pencaharian penduduknya itu meliputi Gula Merah, Kopi, Coklat, Langsat, dan Durian.

“Dulu warga kami angkut hasil panen buah dan kebun itu butuh waktu lama untuk bisa dipasarkan, kadang panen hari ini Minggu depan baru bisa dibawa ke pasar. Tidak ada pengepul mau kesini karena kondisi jalan. Kalau mau dipasarkan ke pusat transaksi pasar Sidrap itu butuh perjalan 60 kilometer ke Kota Rappang karena harga yang cukup tinggi, kalau di pasar Maiwa Enrekang itu harga jualnya lebih rendah. Sebaliknya kalau mau dipasarkan di ibukota kecamatan di Dongi itu dulu 2 hingga 3 jam dipikul atau diangkut pakai kuda. Itupun hasil bumi panen sepekan lalu baru bisa dipasarkan,”ungkap Suardi Rosi.

Setelah mendapat kucuran bantuan infrastruktur melalui program TMMD Kodim 1420 Sidrap, apa yang dirasakan masyarakat dengan 300 Kepala Keluarga disana meningkat drastis.

Mulai memasarkan itu tidak butuh lagi waktu berhari-hari atau berminggu-minggu. Sekarang hanya butuh waktu 1 jam atau lebih sudah bisa mendapatkan hasil keuntungan dari panen dari dua wilayah daerah tersebut.

Begitupun masyarakat, kini merasakan pembangunan infrastruktur itu sudah bisa, keluar masuk desa dalam waktu tempuh sehari 1 hingga 5 kali sudah tidak masalah karena akses mudah dijangkau dan cepat.

“Dulu 1 hari dilalui dan sekarang waktu dipangkas jarak tempuh 39 menit hingga 1 jam. Masyarakat kami sudah bisa memetik hari ini, hari ini juga bisa dipasarkan langsung kemana ia inginkan. Pikul durian itu dulu hanya jalan kaki itu butuh waktu dari mulai pukul 04.00 subuh dan tiba pagi pukul 08.00 wita di Maroangin.

Sekarang dengan roda dua hasil panen warga mudah dipasarkan Terimakasih banyak Pemerintah daerah terutama program TMMD Kodim 1420/ Sidrap telah membangun infrastruktur Desa kami,” ucap Suardi Rosi yang baru satu periode memimpin sebagai Kades di desa Kalempang.

Hal senada diakui Abd Rasyid, petani berumur 56 tahun ini baru merasakan tinggal dirumah permanen batu setelah terpilih mendapatkan bantuan program rehabilitasi TMMD, dulu rumah kayu miliknya sudah rapuh, tidak layak huni dan bahkan tidak mampu untuk menggantinya, sehingga tim Satgas sepakat merenovasi total menjadi rumah batu permanen dengan ukuran type 36 berkamar 2, 1 ruang tamu dan 1 ruang dapur ditambah pembangunan Water Closed (WC).

“Terimakasih banyak pak Tentara semua, terimakasih banyak Pemerintah. Saya tidak tahu harus membalasnya dengan cara apa, saya terharu sekali pak jenderal adami rumah batu saya kasian,”tutur Rasyid dengan meneteskan airmata dihadapan Kasdam XIV Hasanuddin dan Danrem 141 Toddopuli, usai diresmikan pemanfaatannya, Jumat (29/10) kemarin.

Sekedar diketahui, Anggaran Alokasi Dana Desa Kalempang atau ADD APBN Rp 864 juta sedangkan Dana perimbangan daerah atau Dana Desa APBD mencapai Rp 743 juta dengan total dikelolah pertahun mencapai Rp1,607 miliar.

Terpisah, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-118 yang juga Dandim 1420 Sidrap Letkol Inf.Andika Ari Prihantoro S.E M.I.Pol., menambahkan sasaran program karya nyata TMMD meliputi Sasaran fisik yakni a. Perkuatan Talud Sungai Kalempang (100 %),
b. Perintisan Jalan Tani Sipatuo (100 %), c. Pembangunan/Rehabilitasi jembatan 100 %), d. Pemeliharaan jalan poros Karebosi-Paraja (100 %), e. Rehab 1 Unit RTLH (100 %), f. Pembangunan 2 unit Jambanisasi (100 %).

Dan sasaran Non Fisik yang sudah terealisasi 100 persen yaitu a. Pembagian Paket Bansos dan Paket Stunting (100 %), b. Pembentukan Kampung Pancasila (100 %), c. Sunatan Massal (100 %),
d. Penyuluhan Wasbang dan BN (100 %), e. Penyuluhan Hukum dan Narkoba (100 %), dan Penyuluhan pertanian (100 %) serta Penyuluhan kesehatan (100 %).

“Alhamdulillah kami mampu merampungkan semua dengan kondisi 100 persen sebelum diresmikan. Terimakasih Pemerintah daerah kabupaten Sidrap dan masyarakat Desa Kalempang sudah kolaborasi dengan kami sehingga program ini terlaksana dengan baik,”ungkap Dandim Sidrap.

Adapun sumber dana program TMMD ke-118 Sidrap ini dari APBD sebesar Rp2,5 miliar dengan masa kerja 30 hari kalender yang dibuka 19 September hingga 19 Oktober 2023.

TMMD Kemanunggalan TNI ini diresmikan langsung oleh Kasdam XIV Hasanuddin Brigjend TNI Syech Ismed, S.E. M.Han, bersama Danrem 141 Toddopuli Brigjend Budi Suharto,SIP,MSi.