Wajo Sulsel Okeindonesia.online- Peristiwa kebakaran melanda permukiman warga di Lingkungan Tokadde, Kelurahan Malakke, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 10.16 WITA. Sebanyak empat unit rumah warga dilaporkan hangus dilalap si jago merah.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.
Berdasarkan data yang dihimpun, rumah yang terbakar masing-masing milik Sabi (60), Doddy (45), dan Hj. Sora (65), serta satu unit rumah lainnya. Selain rumah, sejumlah harta benda berharga ikut terbakar, di antaranya satu unit mobil kijang open cup, tiga unit sepeda motor, kayu bangunan senilai Rp400 juta, uang tunai Rp260 juta, emas seberat 60 gram, satu unit mesin somel, satu unit mesin sensong, serta berbagai surat berharga.
Kapolsek Belawa, IPTU Awal Syahrani, SH, mengatakan bahwa berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari rumah milik Sabi yang diduga akibat korsleting listrik pada KWH meter. Api kemudian dengan cepat membesar setelah menyambar tumpukan kayu hasil gergajian yang berada di sekitar rumah.
Situasi semakin memburuk saat api menjalar ke salah satu sepeda motor, yang kemudian meledak akibat tangki bahan bakar, sehingga mempercepat penyebaran api ke bangunan lainnya di sekitar lokasi.
Petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Belawa menerjunkan satu unit armada, dibantu satu unit dari Kecamatan Maniangpajo serta dua unit mobil pemadam dari Sengkang. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.20 WITA dengan bantuan masyarakat setempat.
Sementara itu, pihak kepolisian dari Polsek Belawa langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal, termasuk memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Belawa juga menghimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.
“Warga kami himbau untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama KWH meter dan kabel yang sudah lama atau tidak standar. Selain itu, hindari menumpuk bahan mudah terbakar di dekat sumber listrik untuk mencegah risiko kebakaran,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan warga dalam menghadapi situasi darurat, termasuk menyediakan alat pemadam api sederhana.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa tidak terulang kembali.(*)









Tinggalkan Balasan