Jakarta Okeindonesia.com- Pertemuan bersama awak media dengan Bapak Jenderal H.A. Sutomo yang berada di sebuah Kedai ‘ Riolo’ , di jalan Kwitang Jakarta Pusat. Salah satu Putra daerah asal Sidrap, yang juga kerap disapa dengan A.Sutomo .

Marsekal Pertama (Marsma) TNI Ir H..A.Sutomo, S.T., S.H., M.S.i., (Han), CEH., IPP., menikahi seorang wanita cantik asal Kabupaten Soppeng bernama H.A.Nurhaeda di tahun 1991, dan telah dikarunia tiga (3) orang anak, yaitu anak pertama bernama Iptu A.Yasser Abdullah Sutomo , bertugas di kapal patroli Polisi Haibusa, Komandan/Kepala Patroli di kepulauan Riau , lulusan Akpol tahun 2017, anak kedua Letda Pnb (Penerbang) A.Satria Ahmad Sutomo ,lulusan TNI AKABRI bertugas di Skuadron 4 Malang, dan sibungsu yang cantik Hj A.Cintya yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas (SMA).

Di ketahui bahwa Jenderal H.A.Sutomo lahir dan besar di Tanru tedong Kabupaten Sidrap, serta masa mengenyam awal pendidikan sekolah dasar (SD) 15 Tanru tedong, Sekolah menengah Pertama (SMP) di SMP 1 Orai Salo , namun Sekolah menengah Atas (SMA) diselesaikan di SMA 2 Makassar.

Prestasi A.Sutomo mulai terlihat saat Beliau masih di SMP, terbukti saat Ia terpilih menjadi salah satu utusan terbaik dibidang Akademik dengan mengikuti lomba tersebut yang diadakan di Makassar pada masa itu.

Universitas Hasanuddin (UNHAS) pun menjadi pilihan pendidikan beliau dengan jurusan, Teknologi pertanian, sebelum akhirnya memilih masuk di pendidikan AKABRI militer dan lulus di tahun 1998.

Jenjang Karir jabatan A.Sutomo antara lain , Komandan Sastrad Kwandang, Kepala pusat Operasi Pertahanan Udara di Makassar, Dosen utama di Seskoau, Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi Unhan RI.

Tidak itu saja, Ia juga telah mengikuti latihan bersama dengan negara sahabat, menjadi salah satu utusan Pengamanan PBB, latihan bersama dengan Komando Pasifik Amerika (USA Pacom), Pengamat Militer dan pasukan perdamaian Unamsil (Sierra Leone- Afrika timur dan Sudan Afika Barat), serta di Canberra Australia, ”Selama latihan dan pengamanan perdamaian tidak boleh menembak, membunuh, tapi Sah untuk menjadi sasaran tembakan, latihan dilengkapi peralatan militer PBB berupa alat tempur canggih dari Rusia dan dikawal dari pasukan pasukan beberapa Negara seperti , Nigeria dan Pakistan ‘ ungkapnya

Selanjutnya, A.Sutomo merupakan Salah satu Prajurit AKABRI yang cerdas dan berprestasi, Ia pun pernah menjalani pendidikan selama 1.5 tahun di Inggris, sehingga kembali ke tanah air Indonesia dan mendapat penugasan kerja dibeberapa wilayah daerah.

Sebagai Prajurit TNI yang penuh prestasi dan Jenjang karir serta jabatan yang luar biasa, A.Sutomo meneriima banyak tanda jasa , diantaranya SEROJA (Timur-timur), Medali PBB , Dwidya Sistha , Swana Buana Paksa dll.
Sarjana S1 Elektro dan hukum, S2 Srategi Perang Semesta. Sementara saat ini beliau dalam proses menyelesaikan Program S3 Doktoral di Universitas Pertahanan R.I., diketahui pula kalau beliau juga pernah belajar di National Defense University (Washinton DC USA), Amerika Serikat

Selain terlahir sebagai suku Bugis dan berdarah Bangsawan, A. Sutomo tidak pernah lupa akan asal usul serta kebiasan masa kecilnya, maupun akan silsilah keturunan dari keluarga besarnya, kakeknya Arung Maewa memiliki lima (5) saudara kandung, La Panguriseng arung to Sidenreng ,La Mannojengngi datu Pammana, La cincing La Wajo, To Patunru’ karaeng barewoanging Gowa, jadi mereka ada lima (5) bersaudara dari Bapaknya yang bernama La Pasanrangi muhammad Arase petta cambangnge arung malolo Sidenreng melahirkan anak yang menjadi raja raja di lima (5) kerajaan besar., dari keturunan massosoreng Sidenreng yaitu Gowa Bone Wajo dan Soppeng, istrinya bernama I Bombeng Karaeng Pabbeneang anak dari Sultan Tallo yang juga cucu raja Gowa.

Ibu A.Sutomo bernama Hj.A.Coma anak dari Petta Karaeng lolo Andi Colli arung Maewa, Bapaknya H.A.Haeruddin anak dari H.A.Lambong (Puang Lambong), ibu dan bapak Beliau menikah masih sedarah sepupuan,

Terkait semuanya dengan kisah riwayat hidup dan pendidkan Beliau itu, A.Sutomo menyampaikan bahwa peranan awak media itu sangat penting, dimana harus menyampaikan sesuatu yang benar namun terkadang mendapat satu rintangan pada saat menjalankan tugas, sama halnya dengan TNI.

Diakhir Perbincangan, Ia menitip pesan bagi kaum generasi muda agar tetap menjaga daerahnya yang mejadi ikon sebagai kota santri, Penghasil telur dan Lumbung padi terbesar di Sulawesi Selatan (*)